Tim Pembela Jokowi : Telusuri Cawapres Sandiaga Uno Berikan Mahar 500 Miliar Kepada PAN dan PKS

Tim Pembela Jokowi (Foto :Demokrasirakyat.com)

Jakarta, Demokrasi Rakyat – Tim Pembela Joko Widodo menilai dugaan mahar politik senilai Rp 500 Miliar pada dukungan partai politik terhadap dukungan calon Presiden Probowo Subianto dan Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno perlu ditelusuri.

Koordinator Nasional Tim Pembela Jokowi, Nazaruddin Ibrahim mengatakan pemberian mahar politik yang dilakukan oleh Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno kepada Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebesar Rp. 500 Miliar telah mencederai praktik demokrasi dan etika politik, sekaligus merupakan pelanggaran hukum.

“Kami melihat adanya informasi dari kader Demokrat Andi Arief terkait mahar politik sudah merusak proses pesta demokrasi sehingga kami menilai bahwa aparat penegak hukum perlu melakukan penelusuran terkait informasi tersebut,” kata dia melalui siaran pers yang diterima demokrasirakyat.com di Jakarta pada hari Senin (14/8).

Dia juga mengatakan melihat informasi mahar tersebut maka penyelenggara Pemilu perlu melakukan transparansi kepada publik dalam setiap tahapan proses pemilu, terutama dalam hal adanya dugaan pelanggaran terhadap UU Pemilu.

“Untuk memastikan penyelenggara pesta demokrasi berjalan dengan baik maka diperlukan transparansi dari penyelenggara pemilu dalam menelusuri kasus mahar yang disampaikan oleh Andi Arief tersebut. Jika terbukti terjadi pelanggaran maka perlu ada sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” kata dia.

Lebih lanjut, dia juga menyampaikan pada perlehatan  pesta demokrasi tahun 2019 maka seluruh stake holder negara harus  memperkuat kehidupan demokrasi yang setara, beradab dan berkeadilan.

“ Adanya penegakan hukum berdasarkan rule of law perlu diperhatikan dan dipastikan,” kata dia, (Ariyadi)

Baca Juga  Gito Pardede : Sumatera Utara Darurat Korupsi

Share this post

PinIt
scroll to top