Pulihkan Nama Anggota BPIP, Ketua Umum PP GMKI Sahat MP Sinurat Didesak Dipecat

Jakarta, Demokrasi Rakyat Para anggota dan Badan Pengurus Cabang Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Jakarta mendesak pemulihan nama baik Anggota Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Andreas Angguru Yewangoe dan harus memecat Ketua Umum PP GMKI Sahat Marthin Philip Sinurat dan sejumlah fungsionarisnya yang diduga kuat telah melakukan pelanggaran konstitusi organisasi.

Ketua GMKI Cabang Jakarta Agung Tamtam Sanjaya, dalam surat resminya ke PP GMKI menyampaikan, Sahat MP Sinurat sebagai Ketua Umum PP GMKI telah melanggar konstitusi organisasi yakni melanggar larangan berpolitik praktis.

“Telah melanggar AD/ART GMKI pasal 5 yang tegas melarang fungsionaris GMKI berpolitik praktis melalui Organisasi Politik,” ujarnya, dalam pernyataannya, Minggu (02/09/2018).

Kemudian, Agung Tamtam menuturkan, anggota Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Andreas Angguru Yewangoe yang notabene sebagai Ketua Umum Panitia Pelaksana Kongres GMKI di Jakarta telah mengalami dugaan pencemaran nama baik, lantaran dituding sebagai Panitia yang tidak becus bekerja dan mempersiapkan kongres GMKI yang rencananya akan digelar September ini di Jakarta.

“Kepanitiaan Kongres yang resmi adalah di bawah kepemimpinan Bapak Andreas Angguru Yewangoe. Jadi, setiap kinerjanya di kepanitiaan adalah tanggung jawab GMKI secara keseluruhan,” ujarnya.

Dia menjelaskan, GMKI Jakarta sebagai tuan rumah kongres GMKI telah diputuskan di Kongres GMKI di Tarutung dua tahun lalu. Kemudian PP GMKI pun telah menunjuk Andreas Angguru Yewangoe sebagai Ketua Umum Panitia Pelaksana Kongres GMKI.

Menurut BPC GMKI Jakarta, lanjut Tamtam, Andreas yang merupakan senior GMKI Jakarta dan mantan Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) itu tengah mengorganisir kepanitiaannya, namun sangat tak diduga PP GMKI mencaplok dan membuat Kepanitiaan tandingan dengan menerbitkan Surat Keputusan (SK) Satuan Gugus Tugas (Satgasus) Pelaksanaan Kongres GMKI ke 36 di Jakarta, yang menunjuk Viktor Sirait sebagai Ketua Pelaksana.

Baca Juga  Perlukah Sekolah Minggu diatur Negara?

Dia menerangkan, Viktor Sirait yang merupakan anggota Relawan Jokowi itu, menjanjikan sejumlah uang untuk suksesi Kongres GMKI asalkan Viktor ditunjuk sebagai Ketua Panitia.

“Karena itu, kami meminta SK Satgasus itu segera dianulir dan dicabut, segera kembalikan dan tetap bekerja pada Panitia Kongres yang sah di bawah Pak Andreas Yewangoe,” tuturnya.

Dia juga meminta Panitia Kongres GMKI bekerja dan berkedudukan di Sekretariat GMKI di Jalan Salemba Raya 10, Jakarta Pusat, sebab selama satu tahun ini menumpang di sebuah sekretariat ormas di matraman, Jakarta Timur. “Lebih efektif dan efisien berkantor di Salemba Raya 10 saja,” ujarnya.

Sebelumnya, dalam pertemuan dengan BPC GMKI Jakarta dan sivitas GMKI Jakarta, di Jalan Salemba Raya 49, Ketua Umum PP GMKI Sahat Marthin P Sinurat mengakui, pihaknya mengeluarkan SK Satgasus Kepanitiaan. “Tadinya maksudnya, untuk mem-back up kepanitiaan yang ada kok,” ujar Sahat.

Terkait langkahnya yang sudah berpolitik praktis dengan mencalonkan diri sebagai Caleg Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Sahat mengatakan dirinya tidak melanggar AD/ART. “Justeru kami sudah melakukan kajian, dan lagi pula politik praktis yang dimaksud itu kan Parpol (aprtai Politik). Sedangkan saya tidak parpol,” ujarnya.

Meski begitu, Sahat Sinurat sebagai Ketua Umum PP GMKI tetap harus mundur dari salah satu jabatannya, yakni mundur dari caleg DPD atau mundur dari Ketua Umum GMKI, sebab ternyata AD/ART GMKI dengan tegas menyatakan tidak boleh berpolitik praktis dalam Organisasi Politik, sedangkan DPD adalah salah satu institusi atau organisasi politik. “Kami akan coba proses yang parpol-parpol saja dulu,” ucapnya.

Sementara itu, Anggota Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Andreas Angguru Yewangoe menyampaikan, sejak semula ditawarkan dan diminta sebagai Ketua Panitia Kongres GMKI, dirinya sudah menolak dikarenakan kesibukan dan waktunya yang sempit.

Baca Juga  GMKI Cabang Palangka Raya Adakan Maper di Pangkalan Bun,  Kotawaringin Barat

Namun, dikarenakan tanggung jawabnya sebagai anggota Senior GMKI, dia pun mengiyakan. “Saya sebenarnya sudah tarik diri. Maaf karena kegagalan saya memimpin Panitia ini. Alasan sudah kita tahu. Dari semula saya sudah katakan saya tidak ada cukup waktu untuk menjadi Panitia. Ini tentu saja bukan alasan pemaaf setelah begitu jauh perkembangannya sekarang. Apa lagi kongres sudah mau diadakan beberapa hari ke depan,” tuturnya lewat pesan singkat ketika dikonfirmasi.

Meski begitu, dirinya merasa tidak diperlakukan sebagaimana mestinya sebagai orang tua dan sebagai senior GMKI maupuns ebagai anggota BPIP, lantaran ketika dia mengiyakan jadi Ketua Panitia Kongres GMKI malah dicaplok sendiri oleh PP GMKI dengan membuat Kepanitiaan berbentuk Satgasus.

“Jadi, kalau ada yang lebih mampu melakukannya silahkan saja. Maaf sekali lagi, dari semula, saya sudah melihat adanya tarik-menarik kepentingan dengan memasukkan sekian banyak nama. Tetapi yang hadir dalam rapat-rapat hanya belasan atau beberapa orang saja. Ok, kalau mau diskusi nanti sesudah rapat BPIP saja,” tutupnya. (Jhon R)

Share this post

PinIt
scroll to top