BPJS Ketenagakerjaan Ajak Investor Manfaatkan Momentum Pasar Modal

Jakarta, Demokrasi Rakyat – Kondisi ekonomi global saat ini kurang menguntungkan bagi emerging markets, diantaranya seperti perang dagang antara Amerika dengan Tiongkok, sedikit banyak memiliki dampak terhadap stabilitas ekonomi di beberapa negara, khususnya negara-negara berkembang.

Direktur Pengembangan Investasi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS Ketenagakerjaan), Amran Nasution mengatakan, Indonesia salah satu negara yang terdampak imbas sentimen global yang cenderung negatif.

Dampak itu didukung dengan faktor-faktor lain yang ikut mempengaruhi, seperti neraca impor yang lebih tinggi. Kondisi tersebut ikut menyebabkan nilai rupiah turun terhadap dolar Amerika dan turut menyeret pasar saham di Indonesia, sehingga lesu akhir-akhir ini.

Investasi di dalam negeri yang lesu, kata dia, menjadi momentum yang baik untuk membeli saham. Amran menyatakan, kondisi pasar saat ini layaknya dua sisi mata uang yang berbeda, tergantung bagaimana investor menyikapinya.

“Kondisi pasar yang sedang lesu saat ini dipengaruhi oleh banyaknya investor yang keluar dari bursa saham nasional, namun kami justru melihat ini sebagai peluang yang baik,” ujar Amran Nasution, dalam rilis, Sabtu (08/09/2018).

Amran menegaskan, kondisi fundamental Indonesia masih sangat baik, terlihat dari pertumbuhan ekonomi mencapai 5,27%, inflasi masih terjaga di kisaran 3,2%, cadangan devisa masih aman di 118 miliar Dolar Amerika dan peringkat surat utang negara dikategorikan Investment Grade.

“Momen seperti ini bisa dimanfaatkan untuk membeli barang bagus dengan harga yang murah. Tentunya dengan memastikan terlebih dahulu kondisi fundamental emiten,” ujarnya.

Terhitung bulan Juli 2018, BPJS Ketenagakerjaan mencatatkan kinerja investasi cukup baik, dengan dana kelolaan mencapai Rp333 triliun dan peningkatan hasil investasi sebesar 13,8% hingga mencapai Rp17 triliun.

Adapun aset alokasi investasi dari BPJS Ketenagakerjaan antara lain 62% penempatan pada surat utang, 18,5% penempatan di saham, 8,5% pada deposito, 10% pada Reksadana dan 1% pada Investasi Langsung.

“Jika dilihat kondisi saham per hari ini, sudah mulai ada pergerakan ke arah positif di sebagian besar sektor saham. Kami rasa momen yang baik ini jangan sampai terlewat,” katanya.

Karena itu, lanjut dia, sudah saatnya memberikan sentimen positif dan kontribusi yang baik kepada negara. “Sebagai investor, ayo kita dukung pasar dalam negeri dengan masuk ke pasar saham saat ini. Dengan cara seperti ini, pasar Indonesia akan bangkit dan kembali normal,” pungkas Amran. (Jhon R)

Baca Juga  Pemerintah Diminta Akui Profesi Perempuan Nelayan

Share this post

PinIt
scroll to top