Penanganan Bencana Gempa & Tsunami Sulteng

Operasi SAR H+2, Tim Dibagi Dalam 9 Regu

Jakarta, Demokrasi Rakyat-Operasi SAR H+2 yakni pada Minggu (30/09/2018) untuk bencana gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala masih berlangsung.

Humas Basarnas, Bangun mengungkapkan, Tim SAR gabungan yang dikomando Basarnas membagi tim SAR dalam 9 SAR Unit (SRU).

“Setelah mendapatkan briefing dari Direktur Operasi Brigjen TNI (Mar) Bambang Suryoaji, masing-masing tim yang dilengkapi dengan peralatan ekstrikasi tersebut bergerak menuju datum search area atau sektor yang telah ditentukan,” tuturnya, Minggu (30/09/2018).

Dia melanjutkan, Tim Alpha dengan Komandan Regu (Danru) Novry dengan kekuatan 13 personil bergerak ke lokasi area pencarian di Ramayana Mall. Hasilnya, 1 korban meninggal dunia berhasil dievakuasi.

Tim Bravo dengan kekuatan 7 personil dipimpin Danru Titus beroperasi di Resto Dunia Baru. Hasilnya masih nihil.

Tim Charly dengan kekuatan 24 personil yang dikomando Arifman bergerak ke Balaroa dengan hasil masih nihil.

Tim Delta dengan kekuatan 15 personil dipimpin Danru Afie berhasil menemukan dan mengevakuasi 1 korban meninggal dunia.

Tim Echo berkekuatan 18 personil dengan Danru Sayudi yang beroperasi di Talise berhasil mengevakuasi 8 korban meninggal dunia.

Tim Foxthrot berkekuatan 7 personil dengan Danru Takdir yang beroperasi di Petobo berhasil mengevakuasi 3 jenazah korban.

Tim Golf dengan kekuatan 7 personil dengan Danru Zainal juga beroperasi di Petobo dengan hasil nihil.

Tim Hotel berkekuatan 7 personil dengan Danru Alfritz beroperasi di Hotel Grand Mercure juga belum membuahkan hasil.

Dan, Tim India dengan kekuatan 9 personil dengan Danru Adi beroperasi juga di Hotel Grand Mercure belum membuahkan hasil.

“Seluruh tim sudah kembali ke Posko Basarnas di Kantor SAR Palu. Setelah di-briefing dan menyusun rencana operasi untuk esok hari, seluruh pasukan diistirahatkan. Tim SAR juga mendapat dukungan personil dari sejumlah Potensi SAR,” ujar Bangun.

Baca Juga  Parkindo : RUU Pesantren dan Pendidikan Agama Keliru

Dia menjelaskan, Kepala Badan SAR Nasional (Kabasarnas) Marsdya TNI M Syaugi hadir dan melihat langsung proses evakuasi di beberapa tempat, salah satunya di Hotel Roa Roa.

Pada kesempatan tersebut, Kabasarnas menjelaskan bahwa medan yang dihadapi cukup berat dimana gedung berlantai 8 itu ambruk dan diperkirakan banyak terdapat korban di dalamnya.

Proses evakuasi mengalami kesulitan karena tidak adanya peralatan berat seperti eksavator untuk menyingkirkan beton-beton bangunan yang ambruk. Tim SAR tetap berupaya maksimal, dengan mengerahkan seluruh daya dan upaya untuk tetus mencari korban.

“Kami tidak dapat memastikan berapa jumlah korban yang belum ditemukan atau masih kami cari. Karena data yang kami terima juga belum akurat. Namun, kami tetap beroperasi di area yang kemungkinan besar terdapat korban sesuai laporan masyarakat,” ujar Syaugi.

Basarnas juga aktif melakukan koordinasi dengan stakeholder terkait, seperti BNPB, BPBD, Kementerian PU, dan lainnya. (Jhon R)

Share this post

PinIt
scroll to top