Deklarasi Buruh Bhineka Tunggal Ika, Sebagai Wadah Pengkaderan Buruh

Jakarta, Demokrasi Rakyat-Bertempat di Rumah Makan Handayani, Matraman, Jakarta Timur, aktivis lintas serikat buruh/pekerja melakukan deklarasi Buruh Bhineka Tunggal Ika. Buruh Bhineka Tunggal Ika, merupakan organisasi dibawah sayap Forum Nasional (Fornas) Bhineka Tunggal Ika, yang berdiri satu tahun lalu, tanggal 02 Juni 2017. Berhubung, didalam organisasi itu juga banyak aktifis dari lintas serikat buruh/pekerja, akhirnya Buruh Bhineka Tunggal Ika, didirikan sebagai wadah aspirasi kaum buruh yang berjuang dengan semangat ideologi Pancasila.

Alson Naibaho, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Buruh Bhineka Tunggal Ika, dalam kata sambutannya mengatakan organisasi yang baru dideklarasikan itu merupakan wadah buruh yang bekerja disemua lintas sektor profesi dalam rangka memperjuangkan hak-hak buruh. Dia menjelaskan, persoalan bangsa Indonesia semakin hari semakin kehilangan identitasnya ketika membicarakan ideologi Pancasila.

“Akibat bangsa Indonesia semakin mengalami krisis ideologi Pancasila, benih-benih perpecahan pun semakin terjadi, seperti praktik intoleransi beragama ditengah generasi muda semakin terlihat mengancam persatuan bangsa,” ujarnya, Sabtu, 17 November 2018.

Ujaran kebencian dan berita fitnah (hoax) semakin merajalela di media sosial (Medsos). Begitu juga, perilaku elit politik pun juga sudah lebih banyak menunjukan sikap politik yang tak mendidik kepada masyarakat. Parahnya lagi, era reformasi seharusnya membawa perubahan yang lebih baik untuk negara ini, justru praktik korupsi bukannya berkurang, tapi masih merajalela disemua sendi birokrasi.

Untuk itulah, Alson berharap dengan hadirnya organisasi Buruh Bhineka Tunggal Ika, pengurus dan anggota yang bergabung di organisasi itu bisa melahirkan kesadaran dan ikut terpanggil membangun perubahan bangsa. Dengan tegas, dia juga mengatakan Buruh Bhineka Tunggal Ika, berjiwa nasionalis dan pengurusnya berasal dari berbagai suku dan agama.

Baca Juga  Kebijakan Mutasi GM PTPN III Distrik Labuhanbatu-II Langgar Peraturan PTPN III

Selain itu, dia juga menyinggung tantangan era teknologi Revolusi Industri 4.0 sekarang ini. Dia menilai, dampak kecanggihan era digitalisasi, otomatisasi dan robotisasi, sangat banyak menggusur tenaga manusia di dalam perusahaan. Ribuan buruh pun hari ini sudah terkena kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat, banyak peralihan era teknologi revolusi 4.0.

Oleh sebab itulah, tugas Buruh Bhineka Tunggal Ika, untuk kedepannya akan melakukan program advokasi dan kampanye kepada buruh agar segera beradaptasi dengan kehadiran teknologi revolusi industri 4.0. Mendesak pemerintah agar lebih cepat menyediakan program pelatihan (vokasi) yang berbasiskan teknologi digitalisasi, otomatisasi dan robotisasi, kepada generasi muda.

Sebab, tantangan dunia kerja kedepannya hampir semua peralatan kerja dalam perusahaan berbasiskan teknologi revolusi industri 4.0. Dipenghujung kata sambutannya, Alson juga menegaskan Buruh Bhineka Tunggal Ika, bukan sebuah organisasi serikat buruh yang mempunyai pola pengglangan massa buruh. Namun organisasi yang baru dilahirkannya itu, sebuah wadah organisasi pengkaderan buruh yang nantinya ikut berkontribusi membangun negara.

“Untuk agenda selanjutnya, Buruh Bhineka Tunggal Ika, kami dari pengurus pusat akan terus membuka cabang-cabang diseluruh Indonesia, baik dari tingkat provinsi sampai kabupaten/kota,” tutupnya.

Waktu ditanya kemana arah dukungan politik Buruh Bhineka Tunggal Ika di Pilpres 2019? Alson mengatakan, pada umumnya pengurus dan anggota banyak yang mendukung pasangan Jokowi-Ma’aruf Amin. Tapi keputusan tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat ini. Kalau pun ada kawan-kawan yang berbeda pilihan, semuanya itu diserahkan dalam pilihan demokrasi masing-masing tidak ada pengekangan. (AH)

Share this post

PinIt
scroll to top