Ade Irma Elvira, Anak Medan yang Terpilih Menjadi Ketua Perhimpunan Mahasiswa Rusia Cabang Moskow

Ade Irma Elvira bersama Ketua Perhimpunan Mahasiswa Rusia Cabang Moskow yang dimisioner

Moscow, Demokrasi Rakyat-Kedutaan Besar Republik Indonesia di Moskow, tanggal 18 November 2018 dipenuhi oleh para mahasiswa Indonesia yang belajar di Kota Moskow (Permos) karena telah diadakannya pergantian ketua perhimpunan mahasiswa Indonesia di Rusia cabang Moskow. Dimana yang sebelumnya dipimpin oleh mahasiswa perkeretaapian dari Kalimantan Timur.

Saat ini Moscow tengah masuk masa transisi perubahan dari musim gugur menjadi musim salju dimana siangnya lebih pendek ketimbang musim malamnya. Itu sebabnya kongres ke-XX Permira Moskow sempat terjadi keterlambatan yang tadinya direncanakan pukul 10.30 menjadi pukul 11.30 Waktu Moskow hingga pukul 19.00 Waktu Moskow.

Kongres yang dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya membuat getar hati mahasiswa Indonesia yang hadir disebabkan rasa kecintaannya terhadap Indonesia yang tidak luntur meskipun jauh dari tanah air.

Yang Mulia Bapak Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus yaitu Bapak Mohamad Wahid Supriadi resmi membuka kongres ke-XX Permira Moscow dan memberi apresiasi kepada mahasiswa Indonesia di Moscow serta mendukung kegiatan tersebut.

Setelah penetapan tata tertib sidang dilanjut dengan penyampaian LPJ Permos untuk setiap devisi pada periode 2017/2018.

Suasana semakin meriah karena detik-detik pencalonan yang tinggal menghitung menit. Pada pencalonan tersebut terdapat 4 orang yang berada dari berbagai universitas dan jenjang pendidikan. Baik dari S1, S2 hingga S3.

Kandidatnya yakni Guedo Ajis Kristiadi mahasiswa S1 di Moscow Sate University of Railway Engineering, Teja Sukma Cakraningrat Mahasiswa S2 di Peoples’ Friendship University of Russia, Garin Yudha Primaditya mahasiswa S1 di Moscow Sate University of Railway Engineering dan Ade Irma Elvira, M.Sc mahassiswa S3 di Russian State Agrarian University-Moscow Timiryazev Agricultural Academy (RSAU-MTAA) Department Environmental and specialist Biology Science.

Baca Juga  DMI Sampaikan Duka Cita untuk Korban Penembakan di Dua Masjid

Profil Ade Irma Elvira

Setiap kandidat menyampaikan visi misi yang berbeda dan saling melempar tanya jawab antar sesama kandidat lalu dilanjut dengan menjawab pertanyaan dari para audience yang hadir untuk mengikuti berjalannya kongres dengan khitmad.

Penetapan ketua Permira cabang Moskow yang dilakukan secara vote dengan menentukan Ade Irma Elvira sebagai ketua Permira Rusia cabang Moscow (Permos) periode 2018/2019.

Masing-masing kandidat mendapat perolehan suara yang berbeda yaitu Nomor urut 1 oleh Guedo sebanyak 33 suara, Nomor urut 2 oleh Teja sebanyak 0 suara, Nomor urut 3 oleh Garin sebanyak 1 suara, dan Nomor urut 4 oleh Ade sebanyak 38 suara.

Dimana terdapat 3 suara tidak sah, 3 suara gagal dari nomor urut 1 dan 3 suara gagal yang diberikan untuk nomor urut 4.

Dalam visinya, Ade Irma Elvira ingin menjadikan “perhimpunan sebagai wadah yang menghasilkan dan membentuk sumber daya manusia yang berintelektual, professional, berkualitas dan berbudi pekerti hingga mampu mengamalkan dan melestarikan nilai nilai pancasila didalam mewujudkan masyarakat yang madani”.

Sedangkan misi untuk mendukung tercapainya visi tersebut adalah mempererat rasa persaudaraan dan persatuan diantara anggota dalam suasana kekeluargaan dan kebersamaan, menjadi agen perubahan dalam mengayaomi dan merangkul semua golongan baik mahasiswa maupun masyarakat di kota Moscow, menampung aspirasi, menyelenggrakan atau mengkoordinasikan kegiatan yang bermanfaat dan berkesimnambungan dalam potensi anggota baik dalam bidang akademik maupun non akademik dan menjalin dan memperat hubungan organisasi di Russia, Indonesia maupun organisasi internasional yang sesuai dengan visi dan misi.

Irma juga membeberkan bahwa program kerja yang diusung berdasarkan pada visi misinya.

Pertama: Beasiswa tambahan yang sangat dibutuhkan mahasiswa Indonesia di Moscow karena beasiswa yang diberikan Pemerinta Rusia untuk mahasiswa Indonesia sangat kecil sekali sehingga tidak sedikit dari mahasiswa didukung oleh orang tua masing-masing dan ada yang bekerja part time sebagai kontributor media di Indonesia, dosen, guide.

Baca Juga  Desak Pembebasan Meiliani, Kepolisian Diminta Habisi Persekusi Yang Terjadi Lewat Pengadilan

“Harusnya mahasiswa bisa fokus belajar dan menimba ilmu karena tugas kita sebagai pelajar adalah menuntut ilmu bukan bekerja tetapi karena pemerintah rusia hanya memberikan free tuition fee mulai dari belajar bahasa hingga perkuliahan, tempat tinggal dan uang cash yang sangat kecil sehingga harus didukung dari luar Pemerinta Rusia. Dalam hal ini saya ingin Permos bisa memberi masukan kepada KBRI untuk membantu para mahasiswa dalam pemperoleh beasiswa berupa living cost baik LPDP dalam program beasiswa co-funding atau Kemenristek Dikti RI,” ujar Irma.

Kedua: bidang keilmuan dan kerohanian dimana mahasiswa Indonesia di Moscow harus menunjukkan intelektual, professional, berkualitas dan berbudi pekerti hingga mampu mengamalkan dan melestarikan nilai nilai pancasila seperti pada visi karena menurut Ade “mahasiswa Indonesia di Rusia terutama di Kota Moscow adalah calon-calon pemimpin bangsa yang excelent with morality. Excelent dengan nilai yang akan kita capai baik itu nilai pendidikan kita secara intelektual tetapi tetap berakhlakul karimah. Lulus dengan nilai atlichna/excelent tetapi tahajudnya rajin, ibadahnya rajin dan tetap sehat”.

Ade tidak lupa mengajak seluruh mahasiswa Indonesia yang ada di Moscow untuk bergabung dan berperan aktif dalam membangun Permos yang lebih baik lagi. “Permos merupakan organisasi yang terdiri dari seluruh pelajar Indonesia di Moscow sehingga siapapun mahasiswa Indonesia yang terdaftar belajar di Moscow secara otomatis menjadi anggota Permos sekalipun dia bukan pengurus organisasi Permos itu sendiri.

Diakhir sambutannya, Ade mengajak teman-teman untuk saling menjaga keutuhan Permos karena jika kita berjalan sendiri maka kita akan hancur bercerai berai tetapi jika kita bersatu maka seluruh visi misi kita akan dapat tercapai. Seperti filosofi lidi. Apabila ada sebatang lidi maka dia akan mudah patah dan tidak dapat mengumpulkan dedaunan yang berserakan tetapi apabila lidi tersebut banyak maka tidak akan patah dan saling bahu membahu seperti tagline saya diawal – We never walk Alone”. (*)

Baca Juga  IATF 2018, Forum Bisnis RI di Kairo Raih Potensi Transaksi Rp 1,48 T

Share this post

PinIt
scroll to top