Pemira Moscow, Meminta Komisi XI DPR RI bersama Pemerintah Memperhatikan Mahasiswa Indonesia

Moscow, Demokrasi Rakyat-Pukul 19.00 Waktu Moskow hampir setengah dari mahasiswa Indonesia yang berada di kota Moskow menghadiri pertemuan di Wisma Duta Besar Republik Indonesia dalam rangka diskusi dan ramah tamah dengan Delegasi Komisi XI DPD RI. (3/12/2018).

Kuliah di luar negeri merupakan impian banyak anak bangsa. Bagaimana tidak? Selain bisa menimba ilmu, proses seleksi yang sangat ketat dan persaingan yang kompetitif untuk diterima di kampus negara tujuan merupakan suatu kebangaan. Terlebih, bila bisa berkuliah diluar dengan beasiswa.

Salah satu negara yang memberikan beasiswa pada putra-putri Indonesia adalah Pemerintah Federal Rusia. Program ini merupakan program tahunan yang diberikan kepada 15.000 mahasiswa asing, termasuk Indonesia.

Bentuk program beasiwa ini hanya partial scholarship karena hanya meliputi pembiayaan kuliah saja. Selebihnya untuk biaya hidup, asrama, asuransi dan penerbangan ditanggung sendiri oleh mahasiswa.

Melalui Ketua Permira Moskow, Ade Irma Elvira, mahasiswa Indonesia yang hidup di negara adidaya sangt membutuhkan perhatian pemerintah, karena beasiswa yang mereka terima tidak cukup.

“Kami disini mendapat beasiswa belajar, mulai dari bahasa persiapan hingga perkuliahan dan cash money tetapi tidak besar yaitu Rp 240.000,- jika dikonversikan ke rupiah sedangkan biaya hidup mencapai 300 $ sampai 500 $ perbulan. Tak sedikit dari kami yang mendapat beasiswa tambahan dari ibu dan bapak” Ujar Ade.

“Tahun 2014 lalu saya sempat mendapatkan beasiswa top-up LPDP yaitu beasiswa yang bersifat kolektif. Beasiswa yang diberikan oleh Pemerintah Indonesia melalui Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan dan bekerjasama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Moskow, Rusia. Tetapi beasiswa tersebut hanya bertahan hingga 2016 saja. Mulai dari 2017 hingga saat ini 2018 beasiswa tersebut sudah tidak ada lagi” Lanjut Ade.

Baca Juga  Penandatanganan Perjanjian Divestasi Saham PT Freeport Indonesia

Beasiswa yang dulu sempat dirasakan sebagian besar mahasiswa Indonesia di Rusia kini tidak lagi menyapa para mahasiswa. Padahal beasiswa tersebut sangat membantu sekali bagi perekonomian mahasiswa. Bagaimana tidak, beasiswa tersebut bisa meringankan beban orang tua kami yang ada di tanah air. Bahkan tak sedikit dari kami yang lahir dari keluarga yang pas-pasan.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus M. Wahid Supriyadi turut membantu menyampaikan apa yang tengah mahasiswa rasakan. Baik kepada Delegasi Komisi XI DPR RI maupun kepada setiap kepala daerah yang berkunjung ke Rusia.

Menurut Wahid, biaya hidup di Rusia sangat murah dan mahasiswa Indonesia disini pun tidak begitu banyak sekitar 468 orang. Mahasiswa disini tidak leluasa bekerja karena visa yang mereka miliki adalah visa pelajar bukan visa pekerja, belum lagi aturan pemerintah Rusia sangat ketat sehingga tugas mereka disini hanyalah belajar dan belajar saja.

Dalam penyampaian aspirasi mahasiswa Ade tak lupa memberikan proposal permohonan beasiswa mahasiswa Indonesia sebagai oleh-oleh untuk Para Delegasi Komisi XI DPR RI yang telah berkunjung ke Rusia.

“Harapan kami mahasiswa disini, ketika tiba di Indonesia para anggota dewan yang terhormat bersama Pemerintah Indonesia bisa segera menindaklanjuti aspirasi kami. Negara perlu memperhatikan kami yang sedang menimba ilmu disini. Dan nantinya kami siap kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi dan mengabdikan untuk negeri tercinta” Tegas Ade.(Irvan)

Share this post

PinIt
scroll to top