Jelang Natal 2018, Ketum GMKI Meminta Perayaan Natal Bebas Dari Ancaman Teror

Kunjungan PP GMKI Ke Kantor Wantipres di Jakarta (Foto: gmki)

Jakarta, Demokrasi Rakyat – Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI) Korneles Galanjinjinay minta agar perayaan natal tahun 2018 dijamin keamanannya.

“Kita was-was dan meminta penjagaan gereja oleh pihak keamanan lebih dijamin. Pasalnya, menurut Korneles dengan masih polemiknya kasus penutupan Gereja di Jambi, keamanan untuk beribadah masih dianggap belum memberi solusi bagi kehidupan beragama di Indonesia,” kata dia saat bertemu dengan Prof. Sri Adiningsih sebagai Ketua Wantimpres di kantornya pada hari Kamis (6/12)

Dia menjelaskan meskipun Kepolisian sudah meagendakan pengamanan pada saat Natal 2018, namun menurut Korneles perlu adanya himbauan khusus yang dilakukan Presiden secara langsung kepada Masyarakat.  Pasalnya masyarakat sudah mengalami trauma dengan kejadian yang menimpa pada tahun 2000 dan 2016, dan perlu adanya jaminan langsung dari Presiden kepada masyarakat.

“Kami percaya pada tahun ini aman, juga percaya tahun ini tidak akan ada lagi kejadian yang menimpa umat yang sedang merayakan Natal, tapi kami minta dari Pemerintah juga jangan sampai lengah seperti yang terjadi pada tahun 2000 dan 2016 silam” kata dia.

Selain itu, dia  juga berharap ada pengamanan yang berbeda dan lebih ketat dari tahun sebelumnya. Ketum GMKI berharap agar Wantimpres segara memberi masukan kepada Presiden agar menginstruksian kepada Kepolisian untuk segera mengevaluasi keamanan Natal. Ketum GMKI beranggapan dengan begitu, Presiden membuat perasaan Masyarakat yang hendak merayakan Natal menjadi tenang.

“Kita berharap Natal tahun ini berjalan aman dan lancar, dan kami meminta kepada Ketua Wantimpres agar memberi masukan kepada Presiden menginstruksian kepada Kepolisian agar menjamin keamanan Nata, hal itu setidaknya membuat masyarakat menjadi tenang,” sambung korneles.

Baca Juga  Datangi Mabes Polri, TPDI Minta Baintelkam Jelaskan SKCK Para Capres

Dia juga menanggap bahwa model pengamanan yang selama ini terlalu mencolok dirasakan jemaat dan membuat jemaat kurang nyaman. Korneles mengatakan pengamanan yang terlalu menelan banyak anggaran tetapi tidak ada evaluasi dari kejadian sebelumnya perlu di kaji kembali.

“Tahun lalu dengan model pengamanan yang seperti itu menjadi sorotan karena biayanya tinggi, sebaiknya yang menjaga di perayaan Natal tidak harus berpakaian dinas atau memegang senjata, karena itu membuat jemaat kurang nyaman” kata Jeirry saat dihubungi CNN Indonesia, Selasa (23/12).” ujar Korneles. (*)

 

 

 

Share this post

PinIt
scroll to top