Gereja Masih Kena Segel, Anak-Anak Sekolah Minggu Rayakan Natal di Tenda Darurat

Jakarta, Demokrasi Rakyat-Masih ingat tiga gereja yang disegel dan ditutup oleh Pemerintah Kota Jambi pada akhir September 2018 lalu? Gereja itu masih tetap disegel.

Puluhan anak-anak kecil yang merupakan anak-anak Sekolah Minggu terpaksa harus mengikuti Ibadah Perayaan Natal pada Desember 2018 ini, di luar gedung gereja.

Sejak sore hari, dengan beratapkan tenda darurat, ratusan jemaat gereja juga tetap khusuk menjalankan Ibadah dan Perayaan Natal di halaman Gedung Gereja mereka, yang tak kunjung dibuka oleh Pemerintah.

Pimpinan Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) Kota Jambi Pdt Jonathan Kaslir menyampaikan, pihaknya tetap mengikuti ibadah natal gereja, meski harus berada di bawah tenda darurat.

“Ibadah Natal tetap berlangsung, anak-anak tetap ceria awalnya, meskipun merayakan Natal di halaman, karena gedung gereja masih di segel,” tutur Pendeta Jonathan Kaslir dalam keterangannya, Kamis (27/12/2018).

Keceriaan anak sekolah minggu dalam merayakan Natal mendadak penuh isak tangis, lantaran tersadar mengapa tak bisa merayakan Ibadah Natal di dalam gereja mereka. Tampak pintu dan gereja mereka digembok dan masih kena segel.

Pendeta Jonathan mengatakan, para jemaat dan orang tua terharu dan terisak dengan petanyaan-pertanyaan sederhana dari anak-anak sekolah minggu.

“Keceriaan berubah menjadi isak tangis, ketika tersadar bahwa mereka tidak boleh merayakan Natal di dalam gedung gereja. Mereka melihat, gedung gereja mereka masih disegel Pemkot Jambi,” tutur Pendeta Jonathan.

Sebagai wujud minta tolong, para anak sekolah minggu berdiri di depan pintu gereja mereka yang ditutup. Meminta kepada Presiden Joko Widodo, agar bersegera memperhatikan kemerdekaan beribadah bagi mereka. Dan kiranya gereja mereka segera dibuka kembali.

Dengan mengangkat poster dalam tulisan karton, ‘Pak Jokowi Tolong Buka Segel Gereja Kami, Sudah 2 Bulan Kami Ibadah di Luar’, demikian tulisan di poster.

Malam natal tahun ini, lanjut Pendeta Jonathan, dilalui dengan penuh keprihatinan. Jemaat lainnya pada ibadah Natal umum, juga melakukan ibadah di tenda darurat yang di pasang di halaman gereja. “Kami berharap, Pemerintah segera membuka gereja kami,” ujarnya. (Jhon R)

Baca Juga  Forkopimda Palas Kunjungi Pos Pam Natal dan Tahun Baru Polres Tapsel

Share this post

PinIt
scroll to top