Beredar Video Aksi Massa Membubarkan Ibadah Perayaan Natal di Gereja HKBP Sepatan Tangerang

Jakarta, Demokrasi Rakyat-Beredar video di media sosial dan grup-grup whatsapp yang memperlihatkan adanya sekelompok orang melakukan aksi massa membubarkan ibadah perayaan natal di gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Sepatan, Tangerang.

Peristiwa itu menyulut emosi sejumlah orang untuk membalaskan aksi-aksi intoleran yang terjadi di malam Natal itu.

Dalam video tersebut, terlihat salah seorang dari massa aksi meminta kepada para jamaat gereja untuk membubarkan diri. Mereka juga mengancam, apabila jamaat gereja tidak segera bubar, massa akan masuk geraja dan membubarkan paksa.

“Dari sekarang saya kasih waktu 15 menit untuk bubur, kalau tidak bubar pasukan bertarung. Allahu Akbar,” teriak salah seorang masa aksi dalam video, yang disahuti dengan teriakan takbir oleh peserta aksi yang lain.

Setelah ditelusuri, peristiwa tersebut memang benar adanya. Pembubaran perayaan natal itu terjadi di Ruko Sepatan, Golden City Tangerang, Senin (24/12/2018) malam.

“Iya bener mas, itu saya yang ambil video. Saya memang sangaja ke situ, diajak temen dan langsung pas lihat rame-rame saya videoin,” kata Farhan Zauji, saksi mata dan pemilik dua potong video, masing-masing berdurasi 2:40 dan 1:44 menit.

Farhan mengungkapkan, gejolak di Sepatan memang sudah lama terjadi. Hal itu dipicu penolakan warga terhadap pembangunan gereja di sana.

“Itu kan ruko mas, buka gereja. Gerejanya dulu mau dibangun mas, tapi warga menolak dan proses pembangunan dibatalkan. Nah kerena enggak punya gereja mereka akhirnya menyewa dua ruko untuk perayaan natal. Kalau gereja terdekat ada di Sepatan Timur, jaraknya kurang lebih 7 kilometer,” tambah mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdatul Ulama (STISNU) Tangerang itu.

Dalam video pembubaran perayaan natal yang beredar, terlihat ada ratusan warga menggerebek kawasan pertokoan. Mereka dijaga oleh aparat kepolisian dibantu anggota TNI.

Atas peristiwa itu, pimpinan gereja di Provinsi Banten telah mendesak aparat penegak hukum menindaktegas para pelaku aksi massa pembubaran ibadah Natal itu.

Ketua Umum Persekutuan Gereja Gereja dan Lembaga Lembaga Injili (PGLII) Provinsi Banten, Pdt Dr Freddy Soenyoto menyampaikan, peristiwa aksi massa pembubaran perayaan Natal yang dilakukan sekelompok warga itu malah disaksikan aparat kecamatan setempat.

Di dalam video yang tersebar dan menjadi viral itu terlihat jelas adanya tindakan intoleransi dan diskriminasi, dan itu yang sangat bertentangan dengan Konstitusi Negara Republik Indonesia.

“Kami mendesak kepada Pemerintah dan aparat Kepolisian untuk mengusut tuntas dan bertindak tegas atas kasus pelecehan dan penghinaan terhadap umat Kristen oleh sekelompok warga yang membubarkan secara paksa kegiatan Ibadah Perayaan Natal itu,” tutur Pdt Dr Freddy Soenyoto, dalam keterangannya, Sabtu (29/12/2018).

Dia mendesak, penegakan hukum kepada pihak-pihak yang terlibat dalam peristiwa itu. Perbuatan melawan hukum dengan membubarkan kegiatan Ibadah Perayaan Natal Umat Kristen tersebut sangat disesalkan. Tindakan anarkis itu telah melukai perasaan umat Kristen di Indonesia.

“Dan itu sangat mencederai kerukunan hidup antar agama selama ini. Peristiwa ini terjadi, patut diduga disebabkan oleh karena ketidakmampuan pejabat publik dan masyarakat setempat untuk memahami toleransi,” tutur Freddy.

Dia menjelaskan, di Provinsi Banten jaminan beribadah telah diatur dalam Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 dan Nomor 8 Tahun 2006. Aturan itu diturunkan dengan membuat, menyetujui dan menandatangani surat pernyataan kesepakatan Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) dan Masyarakat Sepatan, pada tanggal 20 Desember 2018.

“Kita menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat, untuk tidak terprovokasi oleh hasutan-hasutan dari berbagai pihak manapun yang bertujuan untuk memecah belah kesatuan bangsa dan Suku, Agama dan Antar Golongan (SARA),” ujarnya.

Sekretaris Umum Persekutuan Gereja Gereja dan Lembaga Lembaga Injili (PGLII) Provinsi Banten, Pdt Andreas Gunawan menambahkan, pihaknya meminta dan mendesak kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang dan Camat Kecamatan Sepatan untuk segera memfasilitasi pengadaan tempat peribadatan sementara atau lainnya bagi Jemaat HKBP Tangerang. (Jhon R)

Baca Juga  Masih Minim Peran dan Partisipasi Politik; Perempuan Indonesia Jangan Berhenti Berbuat

Share this post

PinIt
scroll to top