Ketua Umum GMNI & Front Marhaenis Dukung Ketua Umum KNPI Terpilih Haris Pertama

Jakarta, Demokrasi Rakyat-Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Robaytullah Kusuma Jaya dan Front Marhaenis menyatakan, terpilihnya Haris Pertama sebagai Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) pada Kongres KNPI Ke-XV yang digelar di Hotel Green Forest, Bogor, pada 18-22 Desember 2018, adalah sah dan tidak perlu ada polemik lagi.

Karena itu, jika ada upaya pihak-pihak tertentu yang tidak puas, yang berupaya menggulirkan Putaran Kedua Kongres KNPI Ke-XV dengan agenda Pemilihan Ketua Umum, maka pihak-pihak itu adalah perusuh di KNPI, ilegal dan harus ditindaktegas.

Ketua Umum DPP GMNI, Robaytullah Kusuma Jaya mengatakan, Kongres KNPI yang berlangsung di Kota Bogor pada 18-22 Desember 2018 telah berakhir dengan diamanahinya Haris Pertama sebagai Ketua Umum DPP KNPI periode 2018-2021, sudah sesuai dengan mekanisme organisasi.

“Jadi, tidak alasan yang substansial untuk diadakannya kongres lanjutan. Mngingat kongres yang telah terselenggara di Bogor sudah sesuai dengan mekanisme dan aturan yang telah berlaku dan disepakati bersama,” ujar Robaytullah Kusuma Jaya, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Sabtu (05/01/2019).

Sekali lagi, tidak alasan yang substansial untuk mengadakan kongres lanjutan. “Semua sudah dilakukan sesuai mekanisme organisasi dan proses yang demokratis. Lantas untuk apa kongres lanjutan? Kami jelas menolak,” tegasnya.

Robaytullah Kusuma Jaya mengatakan, DPP GMNI bersama DPP Pemuda Demokrat dan DPP Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GSNI) atau biasa disebut organisasi Front Marhaenis tidak menginginkan adanya perpecahan di tubuh organisasi yang menaungi elemen pemuda.

Bagi Robaytullah, KNPI harus mengutamakan persatuan sesuai amanat Sumpah Pemuda, harus mencerminkan cita-cita Sumpah Pemuda 1928.

“Konflik internal di tubuh organisasi pemuda harus segera kita akhiri. Kita harus menghormati proses yang sudah berjalan dan menerima segala sesuatunya dengan bijaksana. Utamakan persatuan,” tutur Robaytullah.

Baca Juga  Pemerintah Jepang Anugerahkan Penghargaan Kedua Kepada Din Samsudin

Di tahun-tahun politik saat ini, tak menutup kemungkinan banyak sejumlah pihak yang berkepentingan atas kontestasi yang terjadi didalam tubuh organisasi pemuda. Sehingga seringkali organisasi pemuda menjadi ajang perebutan kekuasaan.

Robaytullah menegaskan, organisasi pemuda bukanlah ajang perebutan kekuasaan. Melainkan juga memiliki tugas moral sebagai kalangan cendekiawan untuk berpihak pada kepentingan yang lebih besar yakni kepentingan masyarakat, mengabdi untuk kebaikan bangsa dan negara.

“Saya tidak melihat alasan yang mendasar untuk adanya kongres lanjutan. Sudah saatnya KNPI berhenti hanya menjadi ajang perebutan kekuasaan. Kita pikirkan kepentingan yang lebih besar daripada hanya sekedar kepentingan politik praktis semata,” tegas Robaytullah.

Ketua Steering Committee (SC) atau Panitia Pengarah penyelenggara Kongres KNPI ke XV, Ahmad Hadi merasa tidak puas dengan terpilihnya Haris Pertama sebagai Ketua Umum KNPI pada Kongres KNPI ke XV yang telah diselenggarakan di Hotel Green Forest, Bogor, pada 18-22 Desember 2018 lalu.

Oleh karena itu, dia pun menggulirkan dilakukannya putaran kedua Kongres ke XV KNPI dengan agenda pemilihan Ketua Umum.

Hadi dkk mengagendakan penyelenggaraan putaran kedua itu lagi pada 5-6 Januari 2019, di Hotel Green Forest Bogor.

Dia mengatakan, surat edaran Presidium Sidang yang meminta seluruh DPD KNPI untuk mengikuti pemilihan Ketua Umum Putaran Kedua akan ditindaklanjuti. “Harus menjalankan putaran kedua, sesuai AD/ART,” ujar Hadi.

Ketua Umum KNPI terpilih Haris Pertama mengatakan, dirinya akan menghadapi permainan-permainan kotor yang dilakukan oleh segelintir orang itu. Selain telah melaporkan sejumlah orang ke Bareskrim Polri atas dugaan perbuatan curang, pemalsuan surat dan penyebaran informasi hoax, Haris Pertama juga menggalang kekuatan DPD KNPI se-Tanah Air yang telah memilihnya, bersama OKP-OKP untuk menindaktegas pelaku curang yang mengobok-obok KNPI.

Baca Juga  Petani Sawit Belum Diberdayakan, Presiden Diminta Konsisten Wujudkan Moratorium

“Kita lawan semua orang dzolim.Saya akan pimpin perang ini. Melawan mereka para perampok yang hanya memikirkan kantong pribadi mereka. Jika pemuda diam, maka pastilah setan-setan pemecah Pemuda Indonesia akan merajalela. Ini harus kita lawan,” tutur Ketua Umum KNPI terpilih Haris Pertama. (Jhon R)

Share this post

PinIt
scroll to top