Mentan Klaim Indonesia Surplus Beras

Jakarta, Demokrasi Rakyat-Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengaku tak ingin ada polemik dan perdebatan data produksi pertanian.

Hal itu disampaikannya usai membuka Rapat Kerja Nasional Kementerian Pertanian di Hotel Bidakara, Senin (14/1/2019).

“Data pertanian, kami kerja sama dan minta tanda tangan BPS (Badan Pusat Statistik),” ujar Amran.

Menurut dia, tugas pokok dan fungsi Kementan berkaitan dengan produksi, teknologi, dan penyiapan sarana serta prasarana pertanian.

Amran mengklaim, Indonesia sebenarnya sudah mencapai swasembada beras pada tahun lalu. Dia mengacu pada data produksi beras terbaru BPS yang dirilis pada September yang menunjukkan Indonesia surplus 2,85 juta ton sepanjang 2018.

“Padi kita surplus kan, data BPS 2,85 juta ton. Jagung, kita sudah ekspor. Gula, satu-satu kita bereskan. Kedelai berikutnya,” ujarnya.

Direktur Utama Bulog Budi Waseso menegaskan pentingnya sinkronisasi data pangan antar kementerian/lembaga supaya tidak menimbulkan kegaduhan terkait kebijakan impor seperti yang selama ini terjadi.

“Apa kita perlu impor atau tidak, kalau kita memang perlu impor, berapa sih sebenarnya yang dibutuhkan. Intinya itu,” ujar pria yang akrab disebut Buwas.

Buwas mencontohkan, komoditas jagung. Kementan memperkirakan produksi jagung tahun 2018 mencapai 30 juta pipilan kering (PK). Namun demikian, pemerintah memutuskan impor jagung untuk pakan ternak sebesar 100 ribu ton lantaran kekurangan pasokan kepada peternak.

Jumlah itu kemudian diputuskan ditambah sebesar 30 ribu ton yang akan direalisasikan di bulan Februari.

“Pasti ada yang salah. Apakah salah datanya, salah petaninya atau salah pendistribusiannya. Ini nanti kita akan kaji sehingga ke depan tidak ada lagi kesalahan seperti itu,” ujarnya. (Jhon R)

Baca Juga  Impor Beras (Lagi), Kasihan Petani

Share this post

PinIt
scroll to top