Gelar Aksi Unjuk Rasa, Para Peternak Unggas Minta Keadilan

Jakarta, Demokrasi Rakyat – Ratusan peternak unggas mandiri atau Peternak Rakyat menggelar aksi unjuk rasa di lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Selasa (05/03/2019). Mereka mengaku mengalami kerugian besar-besaran selama 6 bulan terakhir. Hal itu terjadi dikarenakan tidak berpihaknya pemerintah kepada para peternak unggas mandiri di Indonesia.

Koordinator Aksi, Sugeng Wahyudi mengatakan, kerugian yang tidak kecil itu terjadi akibat kebijakan yang membuat terpuruknya ayam hidup.

“Selama 6 bulan terakhir ini, kami Peternak Unggas Rakyat Mandiri telah mengalami kerugian sebanyak Rp 2 triliun, akibat terpuruknya harga livebird atau ayam hidup,” ujar Sugeng.

Dia menegaskan, tuntutan mereka terdiri dari dua jenis. Pertama, tujuan jangka pendek, yakni menuntut kenaikan harga ayam hidup.

“Naikkan harga ayam hidup, di atas  biaya pokok produksi,” ujar Sugeng Wahyudi.

Sugeng Wahyudi yang merupakan Sekretaris Jenderal Gabung Organisasi Peternak Ayam Nasional (Gopan) ini melanjutkan, Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) mengatur harga sebesar Rp 20 ribu, sedangkan saat ini harga di peternak hanyaRp 15 ribu. “Peternak sangat merugi,” ujarnya.

Sedangkan tujuan kedua atau jangka menengah, para peternak unggas mandiri meminta agar regulasi yang diterbitkan pemerintah pro kepada rakyat kecil. “Dibuatkan aturan-aturan pro rakyat, sehingga tidak terjadi peminggiran peternak,” ujar Sugeng Wahyudi.

Aksi Solidaritas untuk Keadilan Peternak Unggas Rakyat Mandiri ini diikuti oleh sejumlah elemen peternak dan petani, yaitu Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar Indonesia), Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (Gopan), Perhimpunan Peternak Unggas Nusantara (PPUN), Pusat Kajian Pertanian Pangan dan Advokasi (PATAKA), Law and Human Rights Office LOKATARU dan  Agriwatch. (Jhon R)

Baca Juga  Gito Pardede : Sumatera Utara Darurat Korupsi

Share this post

PinIt
scroll to top